Sabtu, 03 September 2022

PELABUHAN BATUGULUK

 Pelabuhan Batu Guluk terletak di desa Bilis-Bilis Kecamatan Arjasa Pulau Kangean. Pulau ini terdapat dua dermaga penyebrangan, yaitu Batu Guluk I dan Batu Guluk II. Pelabuhan ini sebagai salah satu penunjang transportasi antar Pulau yang ada di Sumenep maupun ke wilayah Pelabuhan Kalianget dan pelabuhan jangkar.

pelabuhan batuguluk I
pelabuhan batuguluk II

JEMBATAN AJAIB

 Jembatan Ajaib Terbangun Semalam Gegerkan Warga

Pulau kangean merupakan salah satu kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jarak dari Sumenep ke Kangean 100 km. Luas wilayah 487 km2. Kangeyan terletak pada posisi geografi 6°40′ – 7°20′ Lintang Selatan dan 115°20′ -116°00′ Bujur Timur, dibatasi oleh laut Bali, laut Jawa dan ujung timur Selat Madura.
Pulau Kangenan saat ini menjadi perbincangan banyak orang terutama orang Jawa Timur khusunya Madura. Hal yang diperbincangan adalah munculnya jembatan panjang di pinggir laut
dalam waktu setengah malam. Jembatan ajaib tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 kilo meter dan lebarnya sekitar 7 meter, melintang ke arah barat dan timur. Anehnya lagi, jembatan itu tertata rapi seperti buatan manusia dan bahannya terdiri dari batu gunung.

Ditemukannya jembatan ajaib berawal pada saat salah seorang warga bernama Bukhori (47) warga setempat sedang berada di pinggir pantai pada Kamis (24/1) malam lalu sekitar pukul 24.00 Wib. Ia mengaku melihat sinar cahaya seperti percikan api serta mengeluarkan asap dan juga terdengar suara seperti orang kerja bakti.
Setelah itu kemudian ia pulang ke rumah memberi tahu kepada tetangganya. Karena penasaran dengan kejadian semalam, mereka kembali melihat kejadian aneh pada pagi harinya, karena tiba-tiba sudah muncul jembatan ditengah laut yang terbuat dari batu.
Karena masih belum yakin, dia bersama-sama warga sekitar melihatnya untuk meyakinkan. Setelah itu mereka semua baru yakin jika jembatan di tengah laut tersebut benar-benar ada, pasalnya maereka sudah melihat dengan jelas adanya jembatan yang tidak pernah dibuat oleh warga setempat.
Hingga saat ini, warga setempat tidak tahu siapa yang membuat jembatan tersebut. Mereka masih timbul tanda tanya besar dengan kejadian aneh yang sangat mengejutkan itu. Warga setempat menyebut jembatan itu dengan tangkis siluman.
Bahkan jembatan ajaib tersebut sekarang menjadi tontonan warga setempat dan banyak pula yang datang dari luar pulau seperti Sapeken, mereka berbondong-bondong membawa perahu untuk melihatnya. Namun mereka tidak berani untuk melihat terlalu dekat karena ombaknya cukup besar, dan hanya melihat dari jarak yang agak jauh.
Banyak masyarakat kangeyan yang menceritakan bahwa daratan di tepi laut yang sekarang ada jembatan ajaibnya memang dikenal sebagai daerah angker dan sering banyak makan korban jiwa. Daratan tepi pantai teresebut juga terkenal dulunya sebagai tempat orang-orang bertapa.
Ada yang lebih aneh, munculnya jembatan ajaib di Arjasa Kangean bersamaan dengan munculnya gundukan batu karang di perairan Desa Pelabuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura. Gundukan karang tersebut menyerupai tangkis laut, semakin hari semakin tampak lebar. Padahal, sebelumnya lokasi pulau karang itu berupa laut lepas, sehingga banyak warga yang terkejut atas fenomena alam tersebut. Warga pun berbondong-bondong mendatangi tangkis laut yang seolah membentuk pulau tersendiri itu.

Seorang warga bernama Martain Masturi, warga setempat menuturkan, munculnya tangkis laut itu diketahui warga semenjak tiga hari lalu, tepatnya Jumat. Martain menambahkan, tumpukan karang itu berbentuk melingkar. Setiap hari gundukan karang itu semakin membesar.
”Semakin membesar tumpukannya, ketika air surut maka bentuk tangkis semakin kelihatan,”
Hal senada diungkapkan Munir, warga yang rela basah-basah melihat dari dekat. Dia menuturkan, pihaknya heran saja melihat gundukan karang yang membentuk pulau tersendiri. Kepala Desa Pelabuhan Supriadi menjelaskan, munculnya tangkis laut diperkirakan sudah satu pekan. Namun, warga baru mengetahuinya tiga hari yang lalu. Dikatakan, entah berasal dari kepercayaan atau tidak, sebelum ada tangkis laut itu di atasnya sering ada sinar, tapi kemudian hilang begitu saja.
”Sesepuh-sesepuh Pelabuhan dulu menyebutnya Takat Emas, dekat bibir pantai banyak Buju’ (Mdr, tempat dikeramatkan),” katanya.
Dua kejadian tersebut ada yang mengatakan bahwa telah terjadi pergeseran bumi sehingga yang awalnya terendam air laut, maka muncul kepermukaan laut. Ada juga yang megtakan bahwa kejadian tersebut merupakan kekuasaan Tuhan yang telah ditunjukkan kepada hambaNya. Selain itu ada juga anggapan bahwa disekitar daratan pinggir laut tersebut ada kuburan wali yang ingin dilindungi dari hempasan gelombang laut. Sungguh banyak persepsi. Entah yang mana yang benar. Ini butuh penelitian lebih lanjut.

                                https://www.youtube.com/watch?v=swOEUzwTExk&t=96s

MAKANAN KHAS DAN BUDAYA

 TAJIN OLAK OLAK


Tajin olak-olak adalah makanan khas pulau kangean, terdiri dari santan sebagai kuah dan yang manis bagian yang berwarna merah muda (pink). Perhatikan aja gambar dibawah soalnya saya gatau nama bahan-bahannya hehe pokoknya semuanya menggunakan bahan alami dari alam.


pengantin sunat


(adat pulau kangean)

Pengantin Sunat biasanya adalah acara anak laki-laki yang akan melakukan proses sunat/khitan yang dimulai dengan menaiki kuda yang sudah dihiasi dan kuda tersebut bisa menari mengikuti suara musik khas yang dibawakan oleh pemain musiknya serta di dampingi oleh pawangnya. Tapi pada proses perayaan nikahan di Pulau Kangean biasanya diadakan juga acara Pengantin Sunat ini tanpa harus (maaf) memotong alat kelamin anak laki-lakinya dikarenakan cuma sebagai acara pembuka dalam proses resepsi pernikahan orang yang akan merayakan pernikahannya. Anehnya,, anak laki-laki yang berumur 6-12 tahun (sebenarnya tanpa batas yang penting masih sudah siap disunat) tersebut di dandani sedemikian rupa dan akhirnya mirip anak perempuan seperti foto diatas. Saya juga bingung tapi itulah adat istiadat yang patut kita hargai. 
Berikut acara yang dilakukan dalam proses Pengantin Sunat.
Pada foto diatas anak yang akan melakukan acara Pengantin Sunat dimulai dari rumah mempelai Pria (yang punya acara resepsi pernikahan) dengan menaiki kuda (terlihat jelas pada foto) dan di iringi oleh musik atau nada-nada islami yang dibawakan oleh pemain musik dan penyanyi sambil berjalan kaki (biasanya pemain musik ada dibelakang yang menaiki kuda) dan berakhir di rumah mempelai wanita dikarenakan acara resepsinya dirumah mempelai wanita. Berikut foto di tempat mempelai wanita.

Sesampai dirumah mempelai wanita atau acara resepsi maka kuda disuruh duduk dan anak-anak kecil ini digendong oleh orang dewasa dan dibawa ke panggung resepsi. Ada juga kuda yang disuruh tiduran. Lihat foto dibawah.
Anak-anak kecil tadi yang sudah dibawa ke panggung resepsi maka selanjutnya disuruh mengaji dan didampingi oleh guru ngaji mereka.
                                                                        Proses Mengaji

Setelah proses mengaji selesai maka anak-anak kecil ini biasanya disawer (dikasik duit) sambil duduk di kursi Pengantin. Setelah itu baru keluar yang punya acara sebenarnya yaitu kedua mempelai pengantin yang punya hajat.


TEMPAT WISATA

 PULAU MAMBURIT (DI PULAU KANGEAN)

Pulau Mamburit terletak di sebelah barat Pulau Kangean dan berjarak kurang lebih 200m dan bisa ditempuh dengan perahu tongkang dengan biaya 5rb/orang. Luas pulau ini (kurang tahu) tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dan dikelilingi oleh pasir putih. Disini kita mudah mendapatkan hewan laut dengan membeli langsung ke nelayan dan jelas masih segar, beli langsung ke keramba pun bisa. Dan yang memjadi terkenal pulau ini adalah buah Sukun nya yang enak besar dan manis. Disini juga ada makam yang dikeramatkan oleh penduduk setempat (tapi sudah tidak terurus) dan menghadap ke barat. Uniknya jika kita meminta permohonan pada makam tersebut kita harus menancapkan lidi seukuran jengkal kita dan jika permohonan kita terkabul maka panjang lidi akan bertambah panjang dan jika tidak terkabul maka ukuran lidi tidak berubah (itu kata penduduk sana dan kembali lagi pada diri kita masing-masih yang masih percaya pada tuhan bukan pada kuburan). Mari kita lihat keindahan pulau ini melalui foto-foto dibawah ini...




     menara/mercusuar Pulau Mamburit

PANTAI CELGUNG PULAU KANGEAN

Pantai Celgung terletak di ujung utara pulau kangean berjejer dengan Pantai Nyaplong Ondung dan Pantai Pabian. Ditempat ini mempunyai tempat pemandian alami seperti kolam tapi terbentuk sendiri oleh alam dan memiliki rasa yang tawar pada airnya. "Celgung" biasa penduduk menyebutnya sering ramai dikunjungi orang dan anak kecil cuma untuk mandi atau berenang dilautnya, biasanya hari-hari libur. Jika air surut biasanya pantai bagian utara sering dimanfaatkan untuk berburu hewan-hewan laut seperti Udang dan Cumi (pada malam hari jika bulan terang), Kempang, Perceng, Gurita, lolon-lolon, Armang (Belut Laut), Kerang dan tentunya Kepiting atau Rajungan.

 Pasir Putih Pulau Kangean (BATUGULUK)
Wisata pasir putih yang terletak disebelah barat pelabuhan batu guluk yang tertutup oleh bukit - bukit sangatlah indah, selain pasirnya yang putih kita juga bisa melihat Pulau Mamburit yang berjarak tidak terlalu jauh dari pantai pasir putih. Pantai pasir putih juga jarang di datangi orang karena tempatnya susah didatangi dan tertutup rimbunan semak belukar. Bagi orang yang suka memancing disana tempat yang pas buat memancing karna merupakan selat kecil yang kaya dengan trumbu karang yang dihuni oleh berbagai macam jenis ikan dan hewan laut lainnya.
INI PENAMPAKAN DARI ATAS
PANTAI BAGIAN UTARA
PANTAI BAGIAN TENGAH

Pantai Tanjung Pongkak (Pulau Kangean)
Pantai Tanjung Pongkak merupakan pantai yang saat ini jarang sekali dikunjungi oleh wisatawan lokal karena tempatnya yang sudah tidak terurus lagi tapi menurut saya masih cantik jika ingin menikmati sunset di pantai ini hehe. Dipinggir pantai terdapat kebun kelapa dan rumah-rumah para penduduk setempat. Sore itu saya memang berniat mengambil foto sunset dari tempat ini karena sebelumnya belum pernah ada gambar atau foto yang membahas tentang pantai ini. Mari kita lihat foto pantainya


ASAL USUL PULAU KANGEAN

 

                        ASAL USUL PULAU KANGEAN



Menurut cerita, asal mula pulau ini apabila air laut surut baru dapat dilihat dari jauh, sedangkan apabila air laut pasang, maka akan terendam dibawah muka air, olehkarena itu pilau ini dinamakan Pulau Kangean yang asal perkataan Madura 'Ka-aengan' yang artinya terendam pada air.

Oleh raja-raja di Sumenep pada jaman dahulu kala, pulau ini merupakan tempatnya orang-orang yang mendapatkan hukuman berat karena kesalahan yang besar. Berhubung dengan penghasilan yang didapat dari lautan (ikan, akar bahar, aneka bebatuan), kemudian hasil-hasil hutan dan hasil bumi (sawah, ladang), maka pulau ini menjadi salah satu pusat perdagangan dilautan, maka banyak orang-orang dari Sumenep maupun tempat lainnya (bahkan dari kepulauan Kalimantan dan Sulawesi) mau berpindah dan berumah tangga di Pulau Kangean. Oleh sebab itu Pulau Kangean dapat dikatakan kepulauan yang relatif baru, maka penduduknya tidak mengenal agama Hindu karena agama yang dianut oleh penduduk setempat adalah agama Islam. Sewaktu jaman Compagnie Belanda, kepulauan ini tidak dapat mendapat perhatian pemerintah. Pada tahun 1763 Masehi datang utusan Compagnie Belanda meninjau kangean dan kepulauannya. Kemudian pada tahun 1798 Masehi datang pula peninjau dari Compagnie Belanda berhubung dengan adanya kerusuhan hebat di Kangean yang disebabkan terjadinya kelaparan sehingga diantara golongan pemerintah dibunuh oleh rakyatnya. Di Kangean terdapat sebuah gua yang diberi nama 'Gua Kuning'. Banyak orang yang menyangka bahwa gua kuning tersebut merupakan tempat bertapanya Putri Kuning (Ibunda Jokotole), tetapi ternyata gua tersebut bukan tempat pertapaannya Putri Kuning karena tempat pertaannya Putri Kuning adalah di Gunung Geger Kabupaten Bangkalan. Disebuah pualau kecil terletak disebelah barat Pulau Kangean ada satu kuburan yang dikeramatkan oleh orang dipulau Kangean dan sekitarnya. Pulau tersebut bernama Pulau Mamburit dan kuburan keramat itu disebut 'Bhuju' 'Mamburit'. Menurut cerita orang Kangean, kuburan tersebut merupakan kepala dari seorang Sajid yang terkenal sebagai penyebar agama Islam yang terdampar ditepi laut sedangkan badannya tidak diketahui beradaannya. Diwaktu jaman pemerintahan Belanda sebelum Jepang, Pulau Sapekan yang termasuk daerah Kangean merupakan penghasil ikan pindang yang terbesar bila dibandingkan dengan daerah lainnya di Pulau Madura. Sedangkan hasil lain dari pulau ini adalah kopra dan kayu hutan, kayu bakar dan arang.

PELABUHAN BATUGULUK

  Pelabuhan Batu Guluk  terletak di desa Bilis-Bilis  Kecamatan Arjasa   Pulau Kangean . Pulau ini terdapat dua dermaga penyebrangan, yaitu ...